Disebutkannya, situasi ini bukan pertama kalinya terjadi. Penurunan drastis IHSG hingga mencapai batas auto-reject bawah (ARB) sebesar 5 persen sudah pernah dialami sebelumnya, seperti saat pandemi COVID-19 melanda Indonesia.
Sebelumnya, IHSG mengalami koreksi signifikan, turun 5 persen ke level 6.148,1 pada sesi II perdagangan hari ini pukul 13.35 WIB. Meskipun lebih baik dibanding sesi I yang turun 6,12 persen, kondisi ini tetap menyebabkan Bursa Efek Indonesia memberlakukan penghentian perdagangan sementara atau trading halt.
Pada awal sesi II, sebanyak 650 saham mengalami penurunan, 65 saham menguat, dan 242 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp11,45 triliun dengan volume perdagangan mencapai 17,82 miliar saham dalam 964 ribu transaksi.
Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun turut meninjau BEI, mengatakan, kedatangan mereka untuk membuat respons positif setelah IHSG turun drastis.
“Ini dalam rangka meyakinkan pasar bahwa mereka di backup penuh negara dan pemerintah. Kita hadir memberi support,” ucapanya.
Artikel lain
Tiga Terdakwa Pembunuh Wartawan beserta Keluarganya di Karo, Dituntut Hukuman Mati
500 Rumah Warga di Gunungsitoli Rusak Dampak Banjir
Komisi VI DPR Apresiasi Strategis Telkom Perkuat Ekosistem Data Center Indonesia
DPR dan pemerintah berkomitmwn segera merumuskan strategi pemulihan guna mengembalikan kepercayaan investor serta menjaga stabilitas pasar modal di tengah volatilitas yang terjadi. (Rep-02)