Gunung Merapi Kembali Luncurkan Lava Pijar

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi berupa guguran lava pijar dengan intensitas kecil sebanyak empat kali dari pantauan visual pada Selasa 5 Januari 2021, pada pukul 18.00-24.00 WIB. [Foto BPPTKG | Rienews]

RIENEWS.COM – Aktivitas vulkanis Gunung Merapi, berada di wilayah perbatasan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, tercatat mengalami peningkatan. Sejak Senin 4 Januari 2021 hingga Selasa malam, 5 Januari 2021, Gunung Merapi meluncurkan lava pijar.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati dalam keterangan persnya, Rabu  Januari 2021, menyebutkan, Badan Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) kembali mencatat adanya aktivitas vulkanik Gunung Merapi berupa guguran lava pijar dengan intensitas kecil sebanyak empat kali mengarah ke barat daya pada posisi alur Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 400 meter.

Adapun data tersebut diperoleh dari pantauan visual yang dilakukan pada Selasa 5 Januari 2021, pada pukul 18.00-24.00 WIB.

Dalam waktu yang bersamaan terjadinya guguran lava pijar tersebut, tim BPPTKG juga merekam adanya kegempaan berupa guguran sebanyak 23 dengan amplitudo 3-41 milimeter berdurasi 11-127 detik.

Kemudian untuk hembusan ada sebanyak 11 kali dengan amplitudo 2-8 milimeter berdurasi antara 9 sampai 33 detik.

Baca Berita:

1.115 Warga Lereng Gunung Merapi Masih Mengungsi

Pemerintah Jamin Data 181,5 Juta Orang Penerima Vaksin Covid-19 Aman

Selanjutnya Hybrid/Fase Banyak terekam dengan jumlah 75, amplitudo 3-31 milimeter, S-P: 0,3-0,5 detik berdurasi 4-11 detik.

Berikutnya Vulkanik Dangkal yang terekam sejumlah 16 dengan amplitudo 34-75 milimeter berdurasi 12-39 detik.

Adapun Tektonik Jauh terekam sebanyak 1 dengan amplitudo 4 milimeter, S-P: 16 detik dan durasi 43 detik.

Sebelumnya, aktivitas vulkanik Gunung Merapi juga telah terpantau pada Kamis 31 Desember 2020, pukul 21.08 WIB, yang mana menurut hasil data visual menunjukkan adanya indikasi kemunculan api diam dan lava pijar.

Menurut Kepala BPPTKG Hanik Humaira, api diam tersebut muncul di dasar lava 1997, sebagaimana berdasarkan hasil pengamatan citra satelit yang dikonfirmasi keberadaan gundukan yang diduga merupakan material baru.