RIENEWS.COM – Alasan Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara, agar segera dibangun jalan alternatif Medan-Berastagi merupakan kebutuhan mendesak. Kondisi jalur utama Medan-Berastagi saat ini dinilai tidak lagi sesuai dengan kapasitas volume kendaraan.
Jalan utama Medan-Berastagi yang menanjak, berkelok, dan ruas jalan yang sempit menambah faktor penyebab kemacetan kerap terjadi.
Abdi Sembiring membutuhkan waktu hingga 10 jam dari Medan untuk tiba di Berastagi akibat terjebak kemacetan di kawasan Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang.
Abdi yang berangkat dari Medan, Selasa 9 Juli 2019, sekitar pukul 01.00 WIB, terjebak kemacetan di kawasan Bandar Baru. Dikatakannya, penyebab kemacetan lantaran empat jenis kendaraan mengalami kerusakan.
Berita Terkait:
Komisi D DPRD Sumut Upayakan Jalan Tol Medan-Berastagi Terwujud 2020
“Saya berangkat dari Medan (Selasa) jam 01.00 WIB. Ini baru saja sampai Berastagi, pukul 10.30 WIB,” kata Abdi kepada wartawan, Selasa siang.
Dijelaskannya, kemacetan di kawasan Bandar Baru menuju Berastagi akibat mogoknya kendaraan truk interkuler, bus angkutan umum, kendaraan pikap Grand Max yang mengangku ayam, dan kendaraan jenis L300 pengangkut sayuran.
“Cukup melelahkan sekali. Untung minyak full ketika berangkat,” aku Abdi.