SUMUT  

Kadis Sosial Desak Pengusutan Pemotongan Honor Tagana Karo

Foto ilustrasi.
Foto ilustrasi.

RIENEWS.COM – Pemotongan honor (uang tali asih) relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Karo, Sumatera Utara, diakui Bendahara Relawan Tagana Karo, Nur Haini.

Tiap relawan Tagana Karo dikenakan pemotongan Rp250 ribu. Jumlah itu setara dengan honor yang diterima seorang relawan Tagana Karo dalam sebulan.

Sebanyak 66 personel Tagana Karo pada Selasa 9 Oktober 2018, menerima honor yang disalurkan Dinas Sosial Karo untuk semester pertama di 2018. Dinas Sosial Karo menyebutnya pemberian uang itu sebagai uang tali asih.

Tiap personel Tagana mendapatkan Rp1,5 juta, dengan rincian Rp250 ribu tiap bulan. Honor itu dibayarkan tiap enam bulan sekali (per semester).

Berita Sebelumnya: Miris, Honor Personel Tagana Karo ‘Disunat’

Bendahara Relawan Tagana, Nur Haini, menyatakan pemotongan itu merupakan hasil kesepakatan.

Ditemui di ruang kerja Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial, Usaha Purba, Nur Haini menegaskan potongan itu bukan pungutan liar (pungli), melainkan hasil kesepakatan bersama.

“Pemotongan tali asih kepada 66 relawan Tagana sesuai kesepakatan bersama antara pihak pengurus Tagana. Di mana uang, Rp250 ribu tersebut disimpan dalam kas rekening Relawan Tagana,” kata Nur Haini kepada wartawan, Jumat 12 Oktober 2018.

Nur Haini menolak memberikan keterangan Kas Relawan Tagana disimpan di rekening atas nama siapa.

“Mesti kali saya jawab itu disimpan di rekening siapa ya?  Dan perlu kali kalian tahu jumlahnya? Jika enggak saya jawab kan engak apa-apa kan,” kata Nur Haini yang diketahui sebagai tenaga honorer Satpol PP Kabupaten Karo.

Koordinator Tagana Karo, Milgran Sembiring yang dikonfirmasi wartawan, Selasa 9 Oktober 2018, keberatan dengan pemotongan itu.

“Saya juga keberatan dengan pemotongan itu. Sebagai koordinator, saya juga tak dilibatkan dalam pengambilan dana tali asih ini. Begitu juga dengan tanda tangan  saya. Pemotongan dana ini harus diusut sampai tuntas,” tegas Milgran.

Menyikapi potongan uang tali asih relawan Tagana, Kepala Dinas Sosial Benyamin Sukatendel meminta dilakukannya pengusutan. Dia menegaskan sudah tidak zamannya lagi ada kutipan, potongan uang dengan alasan uang terima kasih.

“Jangan coba-coba melakukan kutipan pungli, baik berkedok uang terima kasih atau uang rokok. Karena ini bukan zaman lagi. Ketransparanan saat ini adalah yang kita utamakan,” tegas Benyamin.

Benyamin meminta kasus pemotongan uang tali asih diusut sampai tuntas oleh pihak berwajib.

“Jika terbukti adanya pemotongan uang tali asih yang diberikan Dinas Sosial Karo kepada relawan Tagana, maka kita minta pihak berwajib mengusutnya. Karena itu adalah haknya relawan Tagana,” pungkas Benyamin. (Rep-01)