Kemenko Maritim Rekomendasi Bupati Karo Ikuti ZBNF di India

Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan bersama Bupati Karo Terkelin Brahmama, pangdam I/BB Mayor Jenderal TNI Mohamad Sabrar Fadhilah, dan Kepala Bappeda Karo Nasib Sianturi saat Rapat Koordinasi membahas Kelestarian Lingkungan Danau Toba, sabtu 12 Januari 2019. [Foto Ist | Rienews]

RIENEWS.COM – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman merekomendasikan Bupati Karo Terkelin Brahmana bersama Kepala Dinas Pertanian Karo Sarjana Purba untuk mengikuti program Zero Budget Natural Farming (ZBNF) bidang pertanian alami di Andhra Pradesh, India, pada 18 Maret hingga 25 Maret 2019.

Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dalam ZBNF sebagai realisasi janji Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan sebagai mediator dan fasilitator keberangkatan perwakilan kabupaten/koya se-Indonesia, berdasarkan Surat Kemenko Maritim Nomor: B-51/Deputi II/Maritim/III/2019 tanggal 6 Maret 2019.

“Kita berterimakasih kepada Kemenko Maritim atas dukungan dan kepeduliannya, Kabupaten Karo dapat diikutkan di pelatihan ZBNF bersama Kadis Pertanian Karo Sarjana Purba. Dengan terpilihya Kabupaten Karo sebagai perwakilan pelatihan ZBNF sudah tentu ke depan Kabupaten Karo dalam bidang pertanian akan dijadikan wilayah Pilot Project ZBNF. Ini suatu kebanggaan karena tidak semua daerah mendapat kesempatan tersebut,” tegas Bupati Karo Terkelin Brahmana.

Hal itu diungkapkan Terkelin Brahmana didampingi Kepala Bappeda Karo Nasib Sianturi saat mengdampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan dan rombongan Presiden meninjau SMK Negeri 1 Balige, Kabupaten Toba Samosir, Jumat 15 Maret 2019.

Baca Berita: Komandan Brigif 7/RR Pimpin Sertijab Danyonif 125/Simbisa

Berita Pertanian: Karo Raih Juara Pertama 3 Kategori Bidang Pertanian Tingkat Provinsi

Dikatakan Terkelin, program pelatihan ZBNF bidang pertanian alami dengan biaya nol, untuk meningkatkan kompetensi serta transfer pengetahuan teknologi. India dianggap sukses dalam penerapan ZBNF bidang pertanian.

“Manfaat ZBNF diterapkan di Kabupaten Karo dapat meningkatkan kualitas produk organik, sasaran ini ke depan kita implementasikan ke para petani. Apalagi Kabupaten Karo saat ini semuanya hampir merata merasakan terdampak erupsi Gunung Sinabung, lahan pertanian kurang produktif,” kata Terkelin.

Bupati menambahkan, ZBNF adalah program yang mengedukasi para petani untuk tidak menggunakan pupuk zat kimia tapi mengedepankan alami dengan cara mengadopsi pendekatan agroecology. ZNBF menghindarkan petani dari beban biaya tinggi akibat penggunaan bahan kimia.

“Paling utama, ZBNF tidak mengganggu kesehatan dan paling menakjubkan ZBNF meningkatkan kesehatan petani dan lingkungan. Terbukti sudah terjadi di  Andhra Pradesh, India, ini latar belakang manfaat ZBNF,” imbuh Terkelin. (Rep-01)