RIENEWS.COM – Presiden Joko Widodo (Jokowi), Minggu sore, 29 Juli 2018, tiba di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), langsung mengadakan rapat terbatas (Ratas) penanganan dampak gempa 6,4 Skala Ricther (SR).
“Saya telah tiba di Sumbawa Besar dan langsung memimpin rapat terbatas penanganan dampak gempa bumi 6,4 SR yang terjadi di Lombok, Bali dan Sumbawa pagi tadi.
Insya Allah, besok pagi, saya ke lokasi bencana menengok para korban. Semoga Allah SWT melindungi kita semua,” demikian cuit Presiden Jokowi di akun twitternya .
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan korban meninggal akibat dampak gempa yang mengguncang, Lombok, Sumbawa, Provinsi NTB, pada Minggu pagi, bertambah menjadi 14 orang meninggal dunia.
Berita Terkait: Gempa Lombok, 10 Orang Meninggal Termasuk WN Malaysia
Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, data sementara berdasarkan laporan BPBD Provinsi Nusa Tenggara Barat, tercatat 14 orang meninggal dunia, 162 jiwa luka-luka, dan ribuan unit rumah rusak.
Dampak terparah dari gempa terdapat di Kabupaten Lombok Timur. Terdapat 10 orang meninggal dunia di Lombok Timur, yaitu Isma Wida (30 tahun) warga negara Malaysia, Ina Marah (60 tahun), Ina Rumenah (58 tahun), Aditatul Aini ( 27 tahun), Herniwati (30 tahun), Ina Hikmah (60 tahun), Fatin (80 tahun), Egi (17 tahun), Wisnu (8 tahun), dan Hajratul (8 tahun).
Sementara 67 orang luka berat, dan ratusan jiwa luka sedang dan luka ringan. Kerusakan rumah mencapai lebih dari 1.000 unit rumah baik rusak berat, rusak sedang dan rusak ringan. Pendataan masih dilakukan.
Dampak gempa 6,4 SR di Kabupaten Lombok Utara, terdapat 4 orang meninggal dunia, yaitu Juniarto (8 tahun), Rusdin (34 tahun), Sandi (20 tahun), dan Nutranep (13 tahun).
Sebanyak 38 jiwa alami luka berat, 12 orang dirawat di Puskesmas Senaru, 15 orang di Postu Sambikelen, 1 orang di RSUD Tanjung, dan 10 orang di Puskesmas Anyar. Kerusakan rumah terdapat 41 unit rusak berat, 74 unit rusak sedang dan 148 unit rusak ringan. Sebanyak 6.237 KK terdampak gempa.
Beberapa laporan kerusakan rumah juga terdapat di Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Sumbawa Barat, dan Kota Mataram.
“Pendataan masih dilakukan oleh BPBD,” tulis Sutopo dalam siaran persnya.
Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenaga medis, tandu, peralatan kesehatan, kids ware dan makanan siap saji.
BPBD dan beberapa instansi lain telah menyalurkan bantuan permakanan, air mineral, tenda pengungsi, makanan lauk pauk, makanan tambahan gizi dan lainnya. Mobilisasi peralatan dan logistik terus dilakukan. BNPB terus mendampingi BPBD dan mengirimkan bantuan yang diperlukan. Logistik dan peralatan yang ada di gudang BPBD disalurkan untuk membantu korban.
Secara umum infrastruktur seperti komunikasi, jalan, listrik dan lainnya masih baik. Kementerian Komunikasi dan Informatika melaporkan kondisi layanan telekomunikasi di kawasan terdampak khususnya di Kecamatan Sambelia, Kecamatan Sembalun da Kecamatan Bayan, operator Telkomsel dan XL Axiata melaporkan layanan komunikasi seluler tetap dapat digunakan. Sementara jaringan Indosat dan H3I tidak dapat digunakan akibat padamnya lairan listrik. PLN masih melakukan perbaikan.
Evakuasi pendaki yang berada di Gunung Rinjani masih dilakukan oleh petugas. Berdasarkan data dari Balai Taman nasional Gunung Rinjani (BTNGR), jumlah pendaki ke Gunung Rinjani tercatat 826 jiwa, baik wisatawan asing dan nusantara. Laporan dari BTNGR Resor Senaru sebanyak 115 orag wisatawan asing sudah turun di Senaru Kabupaten Lombok Utara. Proses evakuasi pendaki masih dilakukan oleh petugas BTNGR, Kantor SAR Mataram, Brimob Polri NTB dan relawan.
Pascagempabumi dengan kekuatan 6,4 SR mengguncang wilayah Lombok, Bali dan Sumbawa, Minggu pukul 05.47 WIB, masih diikuti dengan gempa susulan.
Hingga pukul 14.00 WIB, BMKG mencatat telah terjadi 124 kali gempa susulan, dengan kekuatan yang lebih kecil dan tidak berpotensi tsunami. (Rep-03)





![Penampakan letusan Gunung Anak Krakatau, di Selat Sunda, Provinsi Lampung, pada Kamis 21 Juni 2018. [Foto BNPB | Rienews.com]](https://www.rienews.com/wp-content/uploads/2018/06/Letusan-Gunung-Anak-Krakatau.jpg)
