SUMUT  

Pelayanan PDAM Tirta Malem Buruk, Warga Ancam Demo

Seorang warga Jalan Kolam, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, mengangkat air yang dibelinya dari pemilik sumur bor, Sabtu 25 Agustus 2018. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Tak kunjung mendapatkan air bersih dari pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Malem, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Warga mengancam akan melakukan aksi unjukrasa.

Hal ini dilatari macetnya aliran PDAM dalam 5 hari kepada warga, konsumen, di Jalan Kolam, Kecamatan Berastagi.

Upaya pengaduan atas pelayanan buruk PDAM telah dilakukan warga. Namun, hingga kini pelayanan aliran air bersih dari PDAM tak kunjung membaik.

Ini menyebabkan warga terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan pasokan air bersih. Mereka membeli pasokan air bersih dari warga yang memiliki sumur  bor.

Berita Terkait: Bupati: Ini Kado Hari Jadi Kabupaten Karo

Berita Populer: Polisi Ringkus Bandar Shabu di Desa Lambar Karo

 “Sudah lima hari macet air PDAM, terpaksa kami membeli air kepada warga yang mengunakan sumur bor. Demi menutupi kebutuhan keluarga, jadi mau diapain lagi,” ungkap Angga, Sabtu 25 Agustus 2018.

Kesusahan mendapatkan air bersih dari PDAM juga dirasakan Ringgo Surbakti. Bersama Angga, Ringgo Surbakti dan warga Jalan Kolam, telah menyampaikan keluhan pelayanan PDAM Tirta Malem.

“Sudah kami adukan kepada pihak petugas PDAM Berastagi, tetapi tidak digubris,”kata Angga dan Ringgo.

Angga mengatakan, aliran air bersih dari PDAM tidak mengalir dalam durasi panjang, hingga 1×24 jam.

“Itu berturut-turut selama lima hari ini,” tegas Angga.

Kesal dengan buruknya pelayanan PDAM, warga Jalan Kolam bersepakat akan melakukan aksi unjukrasa di PDAM pada Senin mendatang.

“Kami di sini selaku warga Jalan Kolam akan bertindak melakukan aksi demo, hari Senin (27/8/2018),” tegas Angga.

Menurut warga yang bermukim di Jalan Kolam, pelayanan buruk PDAM sudah lama dialami. Warga merasa kesal dan jenuh atas pelayanan PDAM selama ini.

Pemilik sumur bor, Santo mengaku banyak warga yang membeli air bersih dari sumur bor miliknya, dikarenakan pasokan air bersih dari PDAM Tirta Malem, sudah lama tak lancar.

Soal harga, Santo menegaskan tidak mematok harga untuk air bersih dari sumur bor miliknya yang dibeli warga.

“Warga di sini sudah jenuh akan ulah PDAM Berastagi. Saya selaku pemilik sumur bor juga turut perihatin, soal harga tidak saya patokan kepada warga yang membeli. Karena mereka juga kasihan, mengangkati ember ke rumahnya,” pungkas Santo. (Rep-01)