Status Gunung Sinabung Turun Jadi Level III (Siaga)

Sejumlah warga mengabadikan letusan besar Gunung Sinabung, Senin 19 Februari 2018. [Foto Rienews]

RIENEWS.COM – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan menurunkan status Gunung Sinabung di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga), terhitung sejak Senin 20 Mei 2019 pukul 06.00 WIB.

Pantauan Redaksi pada laman magma.vsi.esdm.go.id, berdasarkan analisis PVMBG disebutkan , secara umum jenis dan jumlah gempa mengalami penurunan sejak Juli 2018, seiring penurunan energi amplitudo gempa. Pada periode Januari–Mei 2019 terekam jenis gempa yang berasosiasi dengan proses hidrothermal (dominan gas/uap air).

Erupsi tanggal 7, 11 dan 12 Mei 2019 merupakan ‘sudden magmatic pulse’, dicirikan oleh intensitas letusan yang relatif kecil dan tidak didahului oleh peningkatan gempa-gempa Vulkanik. Hal ini bersesuaian dengan grafik energi amplitudo gempa (RSAM), dimana tidak terjadi peningkatan energi secara gradual.

Perbandingan energi gempa sejak periode erupsi 2013 hingga 2019 menunjukkan bahwa energi kegempaan jauh lebih kecil pada 2019.

Berita Erupsi Gunung Sinabung Klik Di Sini

Suplai magma masih terjadi dengan intensitas rendah, ditandai dengan masih terekamnya gempa – gempa vulkanik (Vulkanik A, Vulkanik B, dan low frequency) dalam jumlah semakin menurun dibandingkan periode erupsi Februari – Juni 2018.

Dari analisis itu, PVMBG menyimpulkan, berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental hingga 20 Mei 2019 pukul 06.00 WIB, tingkat aktivitas vulkanik Gunung Sinabung diturunkan dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga), terhitung sejak tanggal 20 Mei 2019 pukul 10.00 WIB.

Meski demikian PVMBG mengimbau masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas pada desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.

Baca Berita:

Simon “Teriak” 7 Unit Rumah Kontrakan Monika Ludes Terbakar

Persoalan Air Bersih di Karo, PT AWK Jamin Tempo 5 Bulan Beres

Jika terjadi hujan abu, masyarakat dihimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh. Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap bahaya lahar.

Petugas Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Sinabung, Armen Putra membenarkan status level Gunung Sinabung sudah diturunkan dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga).

“Aktivitas gunung api Sinabung masih fluktuatif, dan memang dari PVMBG Pusat yang di Bandung sudah menurunkan surat rekomendasi penurunan status dari Awas (Level IV) ke Siaga (Level III),” tutur Armen Putra, petugas PGA Sinabung di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat.

Sejarah Letusan Gunung Sinabung

Catatan sejarah letusan Gunung Sinabung berdasarkan PVMBG, sebelum Tahun 1600 aktivitas terakhir yang ditimbulkan oleh gunungapi ini berupa muntahan batuan piroklastik serta aliran lahar yang mengalir ke arah selatan. Di Tahun 1912 aktivitas solfatara terlihat di puncak dan lereng atas.

Di Tahun  27 Agustus 2010 terjadi beberapa kali letusan yang di antaranya merupakan letusan freatik.  Kejadian ini mengubah status Gunung Sinabung dari tipe-B menjadi tipe-A.

Secara geografis, puncak Gunung Sinabung terletak pada koordinat 3°10′ LU dan 98°23,5′ BT, dengan ketinggian puncak 2460 mdpl (meter di atas permukaan laut).

Secara administrasi, Gunung Sinabung masuk ke dalam wilayah Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, dan diamati secara visual dan instrumental dari Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) yang berada di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo.

Pada tanggal 3 November 2013, tingkat aktivitas Gunung Sinabung dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga). Peningkatan aktivitas vulkanik terus berlanjut sehingga pada tanggal 24 November 2013 tingkat aktivitas Gunung Sinabung dinaikkan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas).

Pada tanggal 8 April 2014 tingkat aktivitas Gunung Sinabung kembali diturunkan dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga). Aktivitas Gunung Sinabung meningkat kembali secara visual dan instrumental, sehingga terhitung tanggal 2 Juni 2015 Pukul 23.00 WIB dinaikkan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas). (Rep-01 | Rep-02)